SIGLI – Universitas Jabal Ghafur
(UNIGHA) kembali memperkuat sinergi kelembagaan dengan Badan Pengawas Pemilihan
Umum (Bawaslu) Kabupaten Pidie melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU),
Kamis (1/10/2026), di Universitas Jabal Ghafur.
Penandatanganan Nota Kesepahaman
tersebut merupakan bentuk keberlanjutan sekaligus penguatan kerja sama antara
Universitas Jabal Ghafur dan Bawaslu Kabupaten Pidie, khususnya dalam bidang
pendidikan kepemiluan, pengawasan partisipatif, peningkatan peran civitas
akademika dalam pengawasan Pemilu, serta pengembangan sumber daya manusia.
Dari Universitas Jabal Ghafur,
kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Dr. Heri Fajri, M.Pd.,
didampingi Wakil Rektor I Dr. Safrizal, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Basri,
M.Pd., para dekan, wakil dekan, serta para ketua program studi terkait di lingkungan
Universitas Jabal Ghafur.
Sementara itu, dari Bawaslu
Kabupaten Pidie hadir Ketua Bawaslu Kabupaten Pidie Muhammad Rizal, S.H.,
bersama anggota Indra Abidin, S.H., Muhammad Khairullah, S.Sos., dan Nellyana,
S.E., M.Ag.
Rektor Universitas Jabal Ghafur,
Dr. Heri Fajri, M.Pd., menyampaikan bahwa keberlanjutan kerja sama tersebut
merupakan bagian dari komitmen UNIGHA untuk terus membangun kolaborasi dengan
berbagai lembaga sekaligus memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi.
"Kerja sama ini kami
harapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan Nota Kesepahaman, tetapi
dapat diwujudkan melalui berbagai program dan kegiatan konkret. Universitas
Jabal Ghafur siap berkolaborasi dengan Bawaslu Kabupaten Pidie dalam memberikan
pendidikan kepemiluan, meningkatkan pemahaman demokrasi, serta mendorong
keterlibatan mahasiswa dan civitas akademika dalam pengawasan partisipatif,”
ujar Rektor.
Menurut Rektor, perguruan tinggi
memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran demokrasi, terutama di
kalangan generasi muda. Mahasiswa sebagai bagian dari kelompok intelektual
diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun budaya demokrasi yang sehat,
kritis, bertanggung jawab, serta berintegritas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pidie,
Muhammad Rizal, S.H., menyambut baik keberlanjutan kerja sama tersebut.
Menurutnya, perguruan tinggi merupakan salah satu mitra strategis Bawaslu dalam
memperluas pendidikan kepemiluan sekaligus mendorong tumbuhnya pengawasan
partisipatif di tengah masyarakat.
“Sinergi dengan Universitas Jabal
Ghafur menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman masyarakat, khususnya
generasi muda, mengenai kepemiluan dan pengawasan partisipatif. Kami berharap
kerja sama ini dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang
memberikan manfaat bagi mahasiswa, civitas akademika, maupun masyarakat
Kabupaten Pidie,” ungkap Muhammad Rizal.
Dalam kesempatan tersebut, para dekan di lingkungan Universitas Jabal Ghafur bersama jajaran Bawaslu Kabupaten Pidie turut berdiskusi lebih lanjut mengenai langkah konkret yang akan dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU. Diskusi tersebut diarahkan pada pemetaan program serta bentuk kolaborasi yang dapat dilaksanakan sesuai dengan bidang dan kebutuhan masing-masing fakultas.

Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, kerja sama akan diperkuat melalui penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) di tingkat fakultas serta Implementation Arrangement (IA) di tingkat program studi atau unit pelaksana terkait. Dengan demikian, kesepakatan yang telah dibangun di tingkat universitas diharapkan dapat diterjemahkan menjadi berbagai program yang lebih spesifik, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi kedua lembaga.
Rektor Dr. Heri Fajri, M.Pd.
turut mendorong para dekan dan ketua program studi untuk segera menindaklanjuti
MoU tersebut melalui kegiatan nyata.
“Kami berharap setelah MoU ini
akan lahir MoA dan IA yang benar-benar dapat diimplementasikan. Fakultas dan
program studi dapat duduk bersama dengan Bawaslu untuk merancang kegiatan
sesuai bidang dan kebutuhan masing-masing, sehingga kerja sama ini memberikan
manfaat nyata bagi institusi, mahasiswa, dan masyarakat,” ujar Rektor.
Implementasi kerja sama tersebut
nantinya dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti pendidikan dan
sosialisasi kepemiluan, pengawasan partisipatif, penelitian, pengabdian kepada
masyarakat, kuliah umum, magang mahasiswa, peningkatan kapasitas sumber daya
manusia, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.
Melalui perpanjangan kerja sama
ini, Universitas Jabal Ghafur dan Bawaslu Kabupaten Pidie menegaskan komitmen
bersama untuk menjadikan MoU sebagai landasan bagi kolaborasi yang lebih luas
dan berkelanjutan. Kehadiran para dekan, wakil dekan, dan ketua program studi
dalam pembahasan tersebut juga diharapkan dapat mempercepat lahirnya berbagai
MoA dan IA sebagai implementasi nyata dari Nota Kesepahaman yang telah
disepakati.
Kerja sama ini sekaligus menjadi
bagian dari komitmen Universitas Jabal Ghafur untuk terus memperluas jejaring
kemitraan dan menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pendidikan
kepemiluan, penguatan pengawasan partisipatif, serta pembangunan kehidupan
demokrasi yang berintegritas di Kabupaten Pidie.