PIDIE – Universitas Jabal Ghafur (Unigha) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan program pembinaan gampong. Kali ini, Tim Bina Desa Universitas Jabal Ghafur melaksanakan kegiatan pembinaan tata kelola dana desa dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Peukan Baro tersebut diikuti oleh para keuchik, imuem mukim, pendamping desa, pendamping lokal desa, serta sejumlah unsur tokoh masyarakat.
Tim Bina Desa Universitas Jabal Ghafur yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas Dr. Ilyas, Dr. Yahya, Zulkifli, Umar Mahdi, dan Husaini. Kegiatan ini turut dihadiri sekaligus difasilitasi oleh Camat Peukan Baro, Iswadi, S.H.I., yang didampingi Kapolsek dan Danramil 06/Peukan Baro.
Dalam kegiatan tersebut, Umar Mahdi, dosen Program Studi Ilmu Hukum Universitas Jabal Ghafur, tampil sebagai pemateri utama dengan menyampaikan berbagai aspek strategis mengenai pentingnya tata kelola dana desa yang sehat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Umar Mahdi menjelaskan bahwa pengelolaan dana desa tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi dan pertanggungjawaban keuangan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah gampong perlu memastikan setiap program pembangunan direncanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat, memperhatikan skala prioritas, serta dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Pengelolaan dana desa harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi. Dana desa bukan sekadar anggaran yang harus dihabiskan, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kemandirian ekonomi gampong, serta menciptakan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Umar Mahdi dalam pemaparannya.
Selain membahas tata kelola dana desa, kegiatan pembinaan juga menitikberatkan pada upaya pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu fondasi penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat gampong.
Umar Mahdi menekankan bahwa potensi ekonomi lokal perlu diidentifikasi dan dikembangkan secara optimal melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas pelaku usaha, inovasi produk, serta penguatan akses pemasaran.
Menurutnya, UMKM yang dikelola oleh individu, kelompok masyarakat, rumah tangga, maupun badan usaha kecil memiliki peran strategis dalam membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan keluarga, dan mengurangi ketergantungan ekonomi masyarakat.
"Setiap gampong memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Karena itu, pemerintah gampong perlu mendorong tumbuhnya UMKM berbasis potensi lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menggerakkan perekonomian desa," jelasnya.
Lebih lanjut, pembinaan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, yakni upaya terpadu dalam mempercepat terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
Melalui tata kelola pemerintahan yang baik, penguatan ekonomi masyarakat, serta pemanfaatan sumber daya lokal secara produktif, diharapkan gampong mampu berkembang menjadi wilayah yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki ketahanan ekonomi yang kuat.
Rektor Unigha Dukung Penguatan Desa Binaan
Sementara itu, Rektor Universitas Jabal Ghafur, Dr. Heri Fajri, M.Pd., menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program pembinaan gampong yang dilakukan oleh para akademisi Universitas Jabal Ghafur.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang harus terus dikembangkan agar keberadaan perguruan tinggi memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
"Universitas Jabal Ghafur sangat mendukung kegiatan pembinaan dan pendampingan masyarakat seperti ini. Perguruan tinggi tidak boleh hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan, termasuk dalam pengelolaan dana desa dan penguatan ekonomi masyarakat," demikian pernyataan dukungan Rektor yang dirumuskan untuk kebutuhan pemberitaan.
Rektor juga menekankan pentingnya membangun sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, dan seluruh elemen masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, hasil kajian akademik dan keahlian para dosen diharapkan dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan gampong yang profesional, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Program desa binaan harus menjadi ruang kolaborasi yang produktif antara dunia akademik dan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat terus dikembangkan melalui pendampingan, penguatan kapasitas aparatur gampong, serta pemberdayaan potensi ekonomi lokal secara berkesinambungan," lanjutnya dalam rumusan pernyataan tersebut.
Tiga Kecamatan Menjadi Fokus Program Desa Binaan
Program pembinaan gampong yang dilaksanakan Universitas Jabal Ghafur mencakup tiga kecamatan di Kabupaten Pidie, yaitu Kecamatan Indrajaya, Kecamatan Mila, dan Kecamatan Peukan Baro.
Ketiga kecamatan tersebut menjadi wilayah sasaran kegiatan pembinaan dalam rangka memperkuat kapasitas pemerintahan gampong, meningkatkan kualitas tata kelola pembangunan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Kehadiran Tim Bina Desa Universitas Jabal Ghafur diharapkan dapat mempererat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas dalam menghadirkan program pembangunan yang inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Jabal Ghafur kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kemajuan gampong.
Dengan pengelolaan dana desa yang semakin baik, penguatan sektor UMKM, dan penerapan prinsip-prinsip SDGs Desa, diharapkan terwujud gampong yang mandiri, produktif, sejahtera, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Pidie secara berkelanjutan.