PIDIE – Universitas Jabal Ghafur (Unigha) kembali menorehkan capaian membanggakan dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Dua dosen Universitas Jabal Ghafur, yakni Cut Italina, S.E., M.S.M. dan Farizawati, S.Pd., M.Pd., berhasil menjadi penerima Hibah Program AKSARA Tahun 2026 melalui skema Mahasiswa Berdampak – Aksara Peduli.
Keberhasilan tersebut menjadi
bukti komitmen sivitas akademika Universitas Jabal Ghafur dalam mengembangkan
program pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, solutif, dan berorientasi
pada penyelesaian persoalan nyata, khususnya dalam mendukung pemulihan ekonomi
dan penguatan ketahanan masyarakat pascabencana di Kabupaten Pidie.
Rektor Universitas Jabal Ghafur,
Dr. Heri Fajri, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada kedua
dosen yang berhasil memperoleh hibah tersebut. Menurutnya, capaian ini
merupakan prestasi yang patut dibanggakan sekaligus menjadi motivasi bagi
seluruh dosen untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma
Perguruan Tinggi.

"Atas nama pimpinan dan
seluruh sivitas akademika Universitas Jabal Ghafur, saya menyampaikan selamat
dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibu Cut Italina dan Ibu Farizawati
atas keberhasilannya meraih Hibah Program AKSARA Tahun 2026. Prestasi ini
merupakan kebanggaan bagi institusi sekaligus menunjukkan bahwa dosen
Universitas Jabal Ghafur memiliki kapasitas, kreativitas, dan komitmen yang
kuat dalam menghadirkan program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat," demikian rumusan pernyataan Rektor.
Hilirisasi Kakao Lokal untuk
Mendukung Pemulihan Ekonomi Masyarakat
Salah satu penerima hibah, Cut Italina, S.E., M.S.M., berhasil memperoleh pendanaan melalui program pengabdian kepada masyarakat berjudul "Hilirisasi Kakao Lokal melalui Teknologi DOKA-PACK untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk Cokelat dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabanjir di Kabupaten Pidie."
Program tersebut mengangkat
potensi komoditas kakao lokal sebagai salah satu sumber penguatan ekonomi
masyarakat melalui penerapan teknologi pengolahan dan pengemasan produk yang
diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk cokelat.
Melalui pendekatan hilirisasi,
potensi kakao lokal tidak hanya diarahkan pada penjualan bahan mentah, tetapi
juga dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih
tinggi.
Inisiatif tersebut diharapkan
dapat membantu masyarakat terdampak banjir dalam membangun kembali aktivitas
ekonomi, meningkatkan keterampilan usaha, serta memperluas peluang pengembangan
produk unggulan daerah.
Program ini sekaligus
mencerminkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan
masyarakat dalam menciptakan solusi ekonomi berbasis potensi lokal yang
berkelanjutan.
Farizawati Dorong Pemulihan
Ekonomi dan Penguatan Psikososial Pascabencana
Sementara itu, Farizawati, S.Pd.,
M.Pd., berhasil menjadi penerima hibah melalui program berjudul "Dampak
Nyata: Aksi Mahasiswa dalam Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Psikososial
Masyarakat Pasca Bencana Hidrometeorologi Melalui Inovasi Ecoprint dan Transformasi
Literasi Digital."
Program ini mengintegrasikan
pemberdayaan ekonomi kreatif, penguatan psikososial masyarakat, serta
peningkatan literasi digital sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Melalui inovasi ecoprint,
masyarakat diharapkan memperoleh keterampilan produktif yang dapat dikembangkan
menjadi peluang usaha bernilai ekonomi. Sementara itu, penguatan literasi
digital diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan
teknologi informasi secara positif dan produktif.
Selain aspek ekonomi, program
tersebut juga memberikan perhatian terhadap pentingnya pemulihan kondisi sosial
dan psikososial masyarakat yang terdampak bencana.
Keterlibatan mahasiswa dalam
kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan pengabdian yang lebih
partisipatif, sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran langsung mengenai
persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Rektor: Prestasi Harus Berdampak
Nyata bagi Masyarakat
Rektor Universitas Jabal Ghafur,
Dr. Heri Fajri, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh hibah bukan
semata-mata pencapaian administratif atau akademik, tetapi harus menjadi pintu
masuk bagi lahirnya inovasi dan program pemberdayaan yang benar-benar dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi
memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menghadirkan solusi terhadap
berbagai tantangan pembangunan, termasuk persoalan ekonomi, pendidikan, sosial,
dan pemulihan masyarakat pascabencana.
"Keberhasilan memperoleh
hibah merupakan langkah awal. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana
program tersebut dapat diimplementasikan secara optimal, melibatkan mahasiswa
secara aktif, serta memberikan dampak yang terukur dan berkelanjutan bagi
masyarakat. Kami ingin setiap prestasi akademik Universitas Jabal Ghafur
bermuara pada manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat," demikian rumusan
pernyataan Rektor.
Ia juga menekankan pentingnya
memperkuat budaya akademik yang produktif, inovatif, dan kolaboratif di
lingkungan Universitas Jabal Ghafur.
Menurutnya, dosen tidak hanya
dituntut memiliki kemampuan dalam melaksanakan proses pembelajaran, tetapi juga
perlu terus mengembangkan penelitian dan pengabdian yang relevan dengan
kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Saya berharap capaian ini
menjadi inspirasi bagi seluruh dosen Universitas Jabal Ghafur untuk semakin
aktif berkompetisi dalam berbagai program hibah nasional. Kita harus membangun
semangat bahwa dosen Unigha mampu bersaing, mampu berinovasi, dan mampu
menghasilkan karya yang memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan serta
pembangunan masyarakat," lanjutnya dalam rumusan pernyataan tersebut.
Lebih jauh, Rektor berharap
keterlibatan mahasiswa dalam kedua program tersebut dapat memperkuat
implementasi konsep Kampus Berdampak, yaitu menjadikan perguruan tinggi sebagai
ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi
juga pada kemampuan memberikan solusi terhadap persoalan nyata.
Perkuat Komitmen Kampus Berdampak
Keberhasilan dua dosen
Universitas Jabal Ghafur memperoleh Hibah Program AKSARA Tahun 2026 menjadi
momentum positif dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,
khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Kedua program yang memperoleh
hibah tersebut memiliki kesamaan orientasi, yakni mendorong pemberdayaan
masyarakat melalui inovasi, pengembangan keterampilan, dan pemanfaatan potensi
lokal dalam mendukung proses pemulihan pascabencana.
Melalui skema Mahasiswa Berdampak
– Aksara Peduli, keterlibatan mahasiswa juga diharapkan dapat meningkatkan
kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan
dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Capaian ini sekaligus
memperlihatkan peluang besar bagi Universitas Jabal Ghafur untuk terus
meningkatkan partisipasi dosen dan mahasiswa dalam berbagai program pengabdian
yang kompetitif di tingkat nasional.
Dengan semangat inovasi,
kolaborasi, dan pengabdian, Universitas Jabal Ghafur berkomitmen untuk terus
mendorong lahirnya karya-karya akademik yang tidak hanya memiliki nilai ilmiah,
tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
Prestasi Cut Italina dan
Farizawati diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika
Universitas Jabal Ghafur untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghadirkan
pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran
Unigha dalam mendukung pembangunan Kabupaten Pidie dan Aceh secara
berkelanjutan.