Sinergi Akademisi: Balai Bahasa Provinsi Aceh Gelar Lokakarya Kosakata Bahasa Aceh, Dosen Universitas Jabal Ghafur Didapuk Jadi Pemateri Utama
admin Berita
SIGLI — Dalam rangka pelestarian bahasa daerah, Balai Bahasa Provinsi Aceh kembali menyelenggarakan Lokakarya Kosakata Bahasa Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memverifikasi kosakata bahasa Aceh hasil inventarisasi yang berpotensi menjadi entri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kegiatan inventarisasi sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.
Acara yang digelar secara sinergis tersebut dilaksanakan di Aula SMKN 1 Kabupaten Pidie pada tanggal 30 Juni sampai dengan 1 Juli 2026. Dalam kegiatan yang berfokus pada validasi dan verifikasi kosakata bahasa daerah tersebut, akademisi dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Jabal Ghafur didapuk sebagai pemateri. Kegiatan lokakarya ini diikuti oleh sepuluh peserta yang terdiri atas akademisi, Balai Bahasa Provinsi Aceh, serta perwakilan komunitas Majelis Adat Aceh Pidie dan Pidie Jaya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan perguruan tinggi dalam melestarikan bahasa daerah Aceh sebagai identitas budaya. Menurutnya, menggandeng akademisi lokal merupakan langkah strategis mengingat kajian linguistik yang komprehensif sangat dibutuhkan.
Akademisi sekaligus pakar linguistik dari Universitas Jabal Ghafur, Hayatun Rahmi, M.Pd., tampil sebagai narasumber utama dalam sesi lokakarya tersebut. Sebagai narasumber, beliau memaparkan materi dengan tema “Tata Bahasa Aceh” yang menjelaskan kajian fonologi dan morfologi bahasa daerah Aceh.
“Bahasa Aceh memiliki akar sejarah yang kuat dan menyimpan nilai budaya yang tinggi. Sinergi antara kampus, perwakilan MAA, dan Balai Bahasa ini memastikan setiap kosakata baru atau serapan yang kita validasi sesuai dengan tata bahasa yang baku tanpa menghilangkan identitas aslinya,” ungkap Hayatun Rahmi, M.Pd., dalam acara tersebut.
Kegiatan ini melibatkan berbagai tahapan, mulai dari identifikasi kata, diskusi kelompok terpimpin atau Focus Group Discussion (FGD), hingga verifikasi makna kata yang tersebar di wilayah pesisir hingga pedalaman. Balai Bahasa Provinsi Aceh berharap kolaborasi dengan kampus Universitas Jabal Ghafur dan MAA Pidie serta Pidie Jaya akan terus terjalin untuk menjaring lebih banyak kosakata bahasa daerah ke depannya.
Melalui kegiatan ini, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh berharap ada beberapa kosakata baru dari bahasa Aceh yang nantinya dapat dimasukkan ke dalam KBBI dan Kamus Bahasa Aceh. Pihak kampus juga berharap agar ke depannya dapat menjalin kerja sama dengan Balai Bahasa Aceh untuk meningkatkan mutu dalam bidang bahasa, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Program Studi Bahasa Inggris.
Penulis: Hayatun Rahmi
