SINERGI USK, UNHAS, DAN UNIVERSITAS JABAL GHAFUR HADIRKAN PROGRAM AKUAPONIK BERBASIS IOT UNTUK MASYARAKAT PIDIE JAYA
admin Berita
Pidie Jaya, 28 Juni 2026 — Universitas Jabal Ghafur kembali menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam pengabdian kepada masyarakat melalui keterlibatannya dalam kegiatan Pembukaan PKM Kolaborasi Indonesia (PMKI) dengan tema “Implementasi Smart Feeder Berbasis IoT Terintegrasi Akuaponik dalam Optimalisasi Pemberdayaan dan Peningkatan Kemandirian Masyarakat Terdampak Bencana.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gampong Geunteng, Pidie Jaya, pada tanggal 28 Juni 2026, dan merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Syiah Kuala, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Jabal Ghafur. Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh tim dosen dari Universitas Syiah Kuala yang diketuai oleh Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes, perwakilan Rektor Universitas Jabal Ghafur melalui Ketua LPPM Dr. Zufahmi, S.Pd., M.Si dan Sekretaris LPPM Cut Mulia Sari, S.TP., M.P, Sekretaris Daerah Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH, serta perwakilan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Pidie Jaya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai program pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi teknologi. Melalui penerapan smart feeder berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan sistem akuaponik, masyarakat diharapkan dapat mengelola budidaya ikan dan tanaman secara lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
“Program ini memperkenalkan teknologi dan membangun pola pikir masyarakat agar lebih mandiri, adaptif, dan mampu memanfaatkan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan pasca bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi dalam kegiatan pengabdian seperti ini sangat penting karena mampu membawa pengetahuan, teknologi, dan pendampingan langsung kepada masyarakat. Beliau berharap agar kegiatan serupa terus dikembangkan, tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi atau pelatihan, tetapi benar-benar berlanjut menjadi gerakan pemberdayaan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pemerintah daerah tentu berharap semakin banyak inovasi dari perguruan tinggi, baik dari dosen, mahasiswa, maupun alumni, yang dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Pidie Jaya,” ungkapnya.
Ketua LPPM Universitas Jabal Ghafur, Dr. Zufahmi, S.Pd., M.Si, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada Universitas Jabal Ghafur untuk terlibat dalam kolaborasi nasional ini. Menurutnya, keterlibatan Universitas Jabal Ghafur dalam PMKI menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi swasta dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi berbasis kebutuhan lokal.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas keterlibatan Universitas Jabal Ghafur dalam program kolaboratif ini. Bagi kami, kegiatan ini bukan sekedar bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang belajar, ruang kolaborasi, dan ruang penguatan kapasitas perguruan tinggi swasta agar semakin berdaya saing,” jelas Dr. Zufahmi.
Ia juga menegaskan bahwa Universitas Jabal Ghafur memiliki komitmen kuat untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang relevan, aplikatif, dan berdampak langsung. Menurutnya, kampus tidak boleh hanya menjadi pusat pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga harus menjadi pusat solusi bagi masyarakat.
“Universitas Jabal Ghafur ingin terus dikenal sebagai kampus yang dekat dengan masyarakat, peduli terhadap persoalan daerah, dan siap melahirkan generasi muda yang bukan saja cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berinovasi, dan semangat membangun daerah,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi pesan positif bagi masyarakat, khususnya calon mahasiswa baru, bahwa Universitas Jabal Ghafur terus membuka diri terhadap kerja sama akademik dan pengabdian masyarakat lintas perguruan tinggi. Melalui keterlibatan dalam program seperti ini, mahasiswa Universitas Jabal Ghafur ke depan diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, tidak hanya di dalam kampus, tetapi juga melalui kegiatan riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, tiga perguruan tinggi yang terlibat, yaitu Universitas Syiah Kuala, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Jabal Ghafur, menyatakan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan program. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan, penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan teknologi tepat guna, serta evaluasi berkala agar program akuaponik berbasis IoT ini benar-benar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Gampong Geunteng.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain, khususnya daerah yang membutuhkan dukungan pemulihan dan penguatan ekonomi pasca bencana. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dinas terkait, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kemandirian masyarakat. Melalui kegiatan ini, Universitas Jabal Ghafur semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkolaborasi, peduli terhadap pembangunan daerah, serta siap mencetak lulusan yang berkompeten, inovatif, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Penulis: cut mulia sari
