Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Biologi Unigha Jadi Relawan Pemulihan Pascabanjir di Mutiara Timur
admin BeritaPidie — Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Jabal Ghafur (Unigha) melaksanakan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Upaya Pemulihan Lingkungan pada Wilayah Berdampak Banjir di Kecamatan Mutiara Timur.” Kegiatan ini melibatkan mahasiswa sebagai relawan yang turun langsung membantu masyarakat di beberapa titik terdampak.
Rangkaian aksi kemanusiaan dan lingkungan tersebut meliputi rehabilitasi kawasan sungai, gotong royong fasilitas umum, hingga edukasi perilaku hidup bersih dan sehat bagi siswa sekolah dasar.
Rehabilitasi Lingkungan di Gampong Jojo
Kegiatan pertama dilaksanakan di Gampong Jojo, Kecamatan Mutiara Timur, melalui penanaman vegetasi penahan erosi di area tepian sungai. Mahasiswa bersama dosen dan masyarakat menanam pohon pucuk merah sebagai upaya memperkuat struktur tanah sekaligus menghijaukan kembali wilayah yang terdampak banjir.
Setiap mahasiswa berpartisipasi dengan menyumbangkan satu batang pohon. Sebelum penanaman dimulai, dilakukan penyerahan pohon secara simbolis kepada Geuchik sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah gampong dalam upaya pemulihan lingkungan.


Keuchik Gampong Jojo, Bapak Ns. Masri, S.Kep., M.Kep. menyampaikan apresiasi atas kepedulian civitas akademika Unigha.
“Kami berterima kasih kepada para dosen dan mahasiswa yang telah hadir membantu masyarakat. Penanaman pohon ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk mencegah erosi dan memperbaiki kondisi lingkungan setelah banjir,” ujarnya.
Gotong Royong Meunasah Paga
Masih di Gampong Jojo, mahasiswa juga berkolaborasi dengan anggota Koramil Kecamatan Mutiara Timur untuk melakukan pembersihan dan pengecatan Meunasah Paga. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perangkat desa, termasuk sekretaris desa dan para kepala dusun.
Menurut aparatur gampong, kegiatan gotong royong tersebut bukan hanya membantu mempercepat pemulihan fasilitas umum, tetapi juga membangkitkan kembali semangat kebersamaan warga. Di lokasi yang sama relawan mahasiswa dari prodi penjaskesrek juga turut membantu masysrakat membersikan dan merapikan sejumlah fasilitas yang terdampak banjir, seperti merapikan balai di depan meunasah yang rusak dan terbawa arus saat banjir bandang, mereka dikomandoi oleh bapak Muhammad, M.Pd.
Aksi Bersih Dayah Nurul Hikmah Al-Aziziyah
Kegiatan berikutnya berlangsung di Dayah Nurul Hikmah Al-Aziziyah Beureueh Lampoh Sawo yang dipimpin oleh Waled Nasir. Di lokasi ini, mahasiswa fokus membersihkan ruang belajar santri yang masih dipenuhi lumpur akibat banjir. Selain itu, relawan turut membersihkan peralatan belajar, halaman dayah, serta area lain yang masih terdampak.
Pada kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Biologi berkolaborasi dengan relawan mahasiswa dari berbagai program studi lain, yaitu:, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris didampingi Kaprodi Zaiturrahmi, M.Pd, Prodi Pendidikan Sejarah didampingi Dosen Tetap Prodi Murliana, M.Pd, serta Prodi Pendidikan Ekonomi.


Koordinasi keseluruhan kegiatan melibatkan Kaprodi Pendidikan Biologi, Ibu Ervina Dewi, S.Si., M.Pd, sebagai narahubung utama.
Dalam keterangannya, Ibu Ervina Dewi menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian penting dari pembelajaran sosial.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga hadir secara nyata membantu masyarakat. Pemulihan lingkungan pascabanjir membutuhkan kolaborasi semua pihak, dan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi,” ungkapnya.
Edukasi Lingkungan di Sekolah
Selain kegiatan fisik, tim juga melaksanakan sosialisasi lingkungan bersih dan sehat bagi siswa SDN 2 Adan, Desa Mee Adan, Kecamatan Mutiara Timur. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan positif sejak dini sekaligus meningkatkan pemahaman siswa bahwa tindakan sederhana sehari-hari dapat berkontribusi besar terhadap pencegahan bencana lingkungan.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa bersama dosen memberikan edukasi mengenai praktik memilah sampah organik dan anorganik, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta melakukan simulasi cuci tangan yang baik dan benar. Materi dikemas secara interaktif melalui demonstrasi dan praktik langsung sehingga siswa dapat belajar sambil melakukan.
Seorang mahasiswa relawan menyampaikan bahwa pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga.
“Kami merasa terharu bisa terlibat langsung. Melihat adik-adik semangat belajar menjaga kebersihan membuat kami semakin yakin bahwa edukasi sejak dini sangat penting untuk mencegah bencana di masa depan,” tuturnya.
Suasana semakin meriah saat memasuki sesi tanya jawab. Para siswa berlomba mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri. Bagi siswa yang mampu menjawab dengan benar, tim memberikan hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk menambah motivasi belajar mereka. Keceriaan dan semangat terlihat jelas dari wajah para siswa selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi langsung Ketua Prodi dan Para Dosen Prodi Pendidikan Biologi, beserta Ibu dan Bapak Guru SDN 2 Adan.


Melalui sosialisasi ini, diharapkan muncul perubahan perilaku nyata, seperti kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mampu membedakan jenis sampah, serta menerapkan pola hidup bersih baik di sekolah maupun di rumah. Edukasi ini juga menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Universitas Jabal Ghafur menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui edukasi, tetapi juga aksi nyata pemulihan lingkungan serta dukungan moral bagi warga terdampak banjir. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah gampong, aparat, dan lembaga pendidikan diharapkan mampu mempercepat bangkitnya masyarakat serta menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Penulis : M.Agmar Media
