INOVASI DIGITAL DALAM PENDIDIKAN INKLUSIF LEWAT ADAPTASI BISINDO-AI DI SLB

INOVASI DIGITAL DALAM PENDIDIKAN INKLUSIF LEWAT ADAPTASI BISINDO-AI DI SLB

    Upaya menciptakan pendidikan yang benar-benar inklusif dan ramah disabilitas di Indonesia terus menunjukkan progres signifikan melalui integrasi riset perguruan tinggi dan penerapan teknologi cerdas. Di Provinsi Aceh, hambatan sistemik dalam proses pembelajaran serta komunikasi Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) di Sekolah Luar Biasa (SLB) kini mulai diurai secara metodis dan berkelanjutan. Berdasarkan pengamatan awal hingga tahun 2025, lebih dari 60 persen siswa tunarungu di Aceh baru mencapai tingkat literasi BISINDO dasar. Mereka umumnya mampu memahami dan memproduksi kosakata sehari-hari, namun masih mengalami kendala serius saat berhadapan dengan struktur kalimat yang kompleks serta kosakata akademik formal. Di sisi lain, kapasitas pengajaran media digital interaktif berbasis bahasa isyarat standar masih terbatas dalam penguasaan BISINDO sekaligus Kemahiran dalam pemanfaatan teknologi digital interaktif di ruang kelas. Minimnya media aksesibel dan asisten digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang responsif memicu ketergantungan penuh pada komunikasi manual konvensional serta dukungan juru bahasa yang jumlahnya amat terbatas. Akibatnya, alur pembelajaran bergerak lambat, pemantauan kemajuan literasi tidak terukur secara konsisten, serta pola komunikasi antara lingkungan sekolah dan rumah kerap tidak sinkron. 


Menjawab tantangan mendasar tersebut, tim periset dari Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA) Sigli yang dipimpin oleh Dr. Mustakim Sagita, S.Pd, M.Pd dari mengusulkan sebuah program terobosan bertajuk "Adaptasi BISINDO-AI sebagai Asisten Digital Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Akselerasi Komunikasi dan Literasi Bahasa Isyarat di Sekolah Luar Biasa (SLB)". Tim ini merancang sistem BISINDO-AI tidak sebagai pengganti peran guru, melainkan sebagai penguat ekosistem pembelajaran inklusif secara holistik. Teknologi asisten digital ini berfungsi mendukung komunikasi dua arah secara langsung (real-time) di ruang kelas dengan memproses gestur siswa menjadi teks atau suara, serta menerjemahkan input teks atau suara dari guru ke dalam animasi avatar BISINDO yang intuitif. Selain itu, platform ini menyediakan ruang latihan mandiri yang adaptif bagi siswa guna menguatkan penguasaan kosakata dan struktur kalimat, serta dilengkapi dengan dashboard analitik berbasis data bagi guru untuk memantau titik-titik kesalahan gestur maupun perkembangan belajar siswa secara objektif. 

Program inovatif ini dijalankan melalui kerangka kerja Quadruple Helix dan pendekatan Living Lab Systemic Innovation, yang menghubungkan kolaborasi erat antaraktor penting: periset perguruan tinggi, guru SLB, siswa tunarungu dan orang tua siswa. Pelaksanaan program turut melibatkan kemitraan strategis bersama SLB Negeri Pidie, Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, serta Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. Integrasi teknologi ini ditargetkan mampu meningkatkan capaian literasi siswa secara terukur. Keberhasilan riset terapan ini diharapkan tidak hanya melahirkan produk teknologi siap pakai (Tangible Research Output) dan standar operasional prosedur pembelajaran (Non-Tangible Research Output), tetapi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan (policy brief) bagi pemerintah daerah untuk mengakselerasi adopsi media AI dalam pembelajaran inklusif di seluruh Aceh. 

Pelaksanaan program inovasi yang berdampak luas bagi ekosistem pendidikan disabilitas ini dapat terwujud berkat dukungan dan kolaborasi strategis. Tim pelaksana dan seluruh civitas akademika Universitas Jabal Ghafur menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Program Bestari Saintek (Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi) yang diinisiasi oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Dit. Minat Saintek), Kemdiktisaintek, dengan pendanaan penuh dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Dukungan ini menjadi semangat utama dalam merealisasikan riset terapan yang mampu memotong akar masalah ketimpangan akses komunikasi dan digitalisasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan riset perguruan tinggi dalam menghadirkan sains dan teknologi yang kaya manfaat bagi masyarakat luas.

Bagikan:
Berita Terkait
Mahasiswa UNIGHA Raih Juara 2 Lomba Video Pendek Antikorupsi pada Pariwara Antikorupsi Pidie 2026
News Mahasiswa UNIGHA Raih Juara 2 Lomba Video Pendek Antikorupsi pada Pariwara Antikorupsi Pidie 2026

Pidie – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA).…

EDSA AWARD KE-4 TAHUN 2026 SUKSES DIGELAR PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
News EDSA AWARD KE-4 TAHUN 2026 SUKSES DIGELAR PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

SIGLI - Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas…

Dua Dosen UNIGHA Lolos Bantuan Pendaftaran Paten, Usung Inovasi Pembelajaran Berbasis Augmented Reality
News Dua Dosen UNIGHA Lolos Bantuan Pendaftaran Paten, Usung Inovasi Pembelajaran Berbasis Augmented Reality

SIGLI — Dua dosen Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA), Dr. Zufahmi, S.Pd., M.Si., dan Dr. Mustakim…

Scroll