Sigli, 27 Agustus 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik dengan mengangkat tema “Memahami Lanskap Psikologi Perkembangan Peserta Didik Generasi Artificial Intelligence (AI)”.
Kegiatan akademik ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Hj. Rosmala Dewi, M.Pd., Kons., Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed), yang memberikan pemahaman mendalam mengenai perkembangan psikologi peserta didik dalam menghadapi era transformasi digital dan kemajuan teknologi kecerdasan buatan.
Rektor Universitas Jabal Ghafur, Dr. Heri Fajri, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kuliah tamu tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi Artificial Intelligence menjadi bagian penting yang perlu dipahami oleh calon pendidik agar mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan.
"Dunia pendidikan saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat. Kehadiran teknologi AI harus menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, namun tetap harus diimbangi dengan penguatan karakter, nilai kemanusiaan, dan kompetensi pendidik. Mahasiswa FKIP sebagai calon guru harus siap beradaptasi dengan perkembangan zaman," ujar Dr. Heri Fajri.
Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Jabal Ghafur, Muhammad Saiful, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa, khususnya dalam memahami karakteristik perkembangan peserta didik pada generasi yang tumbuh bersama teknologi digital.
"Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori perkembangan peserta didik, tetapi juga mampu melihat bagaimana perubahan lingkungan digital dan teknologi AI memengaruhi aspek kognitif, sosial, serta emosional peserta didik. Hal ini menjadi bekal penting bagi calon pendidik profesional," ungkap Muhammad Saiful.
Dalam pemaparannya, Prof. Rosmala Dewi menjelaskan bahwa perkembangan peserta didik di era AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan intelektual, tetapi juga mencakup perkembangan sosial, emosional, kreativitas, karakter, dan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, pendidik memiliki peran strategis dalam membimbing peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif, etis, dan bertanggung jawab.
Beliau juga menekankan bahwa guru di era digital tidak lagi hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi sebagai fasilitator pembelajaran yang mampu menciptakan pengalaman belajar bermakna sesuai kebutuhan generasi saat ini.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa FKIP Universitas Jabal Ghafur tersebut berlangsung secara luring dan daring melalui platform digital. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai sesi diskusi dan interaksi aktif selama kegiatan berlangsung.
Melalui pelaksanaan kuliah tamu ini, FKIP Universitas Jabal Ghafur berharap mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai psikologi perkembangan peserta didik di era Artificial Intelligence serta mampu menjadi calon pendidik yang adaptif, inovatif, dan berkarakter.
Universitas Jabal Ghafur terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik berkualitas melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan para pakar pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa serta mendukung kemajuan dunia pendidikan.