Learning by Doing
oleh rahmats, 23 Februari 2012

Benarkah materi yang kita pelajari di universitas sudah cukup untuk memenuhi tuntukan global dewasa ini ? dan benarkah sebuah universitas yang ternama sangat menentukan  keberhasilan para mahasiswanya ?

Pertanyaan - pertanyaan diatasakan terjawab oleh beberapa tokoh dunia yang pernah gagal di bangku perkuliahan. yang pertama adalah Thomas A. Edison. Ia yang terkenal dan produktif sebagai penemu sepanjang masa, dengan lebih dari 1.000 paten dalam namanya, termasuk bola lampu listrik, phonograf, dan film kamera. Ia menjadi jutawan dari hasil karyanya sendiri. Edison terlambat sekolah disebabkan karena penyakitnya, sebagai akibatnya, pikirannya sering berkeliaran, membuat salah seorang guru di kelasnya memanggil dia kacau. Ia di drop out setelah hanya tiga bulan pendidikan formal. Tokoh selanjutnya adalah Albert Einstein, Ia juga membuktikan bahwa meskipun tidak memperoleh pendidikan formal, ia masih bisa berkarya dan dikenal dunia. Ia tidak menjadi Einstein di sekolah sebagai pemenang Hadiah Nobel fisika, tapi ia terkenal karena teori relativitas dan kontribusi kepada teori kuantum dan mekanika statistik, ia putus sekolah tinggi pada usia 15. Memutuskan untuk melanjutkan pendidikan setahun kemudian, Einstein mengambil ujian masuk keuniversitas bergengsi yaitu Federal Swiss Institute of Technology, tapi ia gagal. Yang ke tiga adalah Kolonel Harland Sanders yang memang tidak menginjak bangku perkulihaan sama sekali tapi justru berhasil mengatasi kurangnya pendidikan untuk menjadi pengusaha terbesar dalam bisnis ayam goreng. Ayahnya meninggal ketika ia berusia enam tahun, dan karena ibunya bekerja, ia terpaksa memasak untuk keluarganya. Setelah putus sekolah dasar, Sanders melakukan berbagai pekerjaan, termasuk petugas pemadam kebakaran, sopir kapal uap, dan salesman asuransi. Karena kebiasaan memasaknya dan sedikit pengalaman berbisnis, akhirnya ia memutuskan untuk membuka usaha ayam goreng. Usaha berkembang pesat dan ia sukses sebagai pendiri Kentucky Fried Chicken (sekarang KFC). Jawaban terakhir terutarakan oleh seorang pria yang mungkin namanya lebih dikenal sekarang ini karena keberhasilannya dalam bidang IT.  Bill Gates, yang merupakan salah satu pendiri raksasa perangkat lunak Microsoft dan telah menempati ranking teratas orang terkaya di dunia untuk beberapa tahun pernah di drop out dari Harvard di tahun pertama. Setelah membaca artikel tentang komputer mikro Altair dalam majalah Popular Electronics. Dia dan temannya Paul Allen mendirikan perusahaan Microsoft.

Nama-nama yang tersebut diatas adalah sederetan kecil contoh manusia yang gagal dalam memperoleh sebuah lembaran ijazah di lembaga formal akan tetapi sukses dalam mengaplikasikan ilmunya sehingga bermanfaat dalam merubah peradaban dunia.

Jadi, alasan apa yang sekarang membuat anda malu dan merasa risih lantaran menjadi mahasiswa yang mungkin sedang menempuh pendidikan di sebuah universitas yang tak ternama. Bukankah anda lebih berpotensi untuk bisa berprestasi lebih dari pada seorang Thomas Edison, Albert Einstein, Kolonel Harland Sanders, dan Bill Gates yang justru tidak menyelesaikan studi mereka di universitas.

Sedikit menyinggung tentang apa sebenarnya arti seorang mahasiswa. Secara umum, masyarakat menyebut dan menganggap mahasiswa adalah agent of change. Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa dituntut untuk belajar (pendidikan), melakukan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Lebih specifiknya, belajar disini tidaklah hanya semata-mata bergantung pada dosen  dengan hanya mencatat apa saja yang  di dektekan oleh dosen. Tugas mahasiswa tidak hanya mendengar dan  mengikuti apa saja yang dijelaskan oleh  dosen. Pada saat sekarang ini, informasi  sudah membanjir. Buku-buku tersedia di mana-mana. Di toko buku, di perpustakaan, dan bahkan informasi  juga  bisa  dicari sendiri  lewat  website, google  dan lain-lain. Keadaan sekarang ini sudah benar-benar merupakan zaman yang terbuka, hingga informasi bisa diperoleh di mana-mana. Konsep apa saja bisa didapat melalui berbagai sumber, tidak terkecuali lewat dunia maya. Pengajaran di perguruan tinggi yang hanya berupa ceramah atau penjelasan yang diberikan oleh dosen yang Profesor sekalipun kepada para mahasiswa di ruang kuliah akan  terasa membosankan. Maka dari itu, sumber atau bahan belajar yang sangat mudah didapatkan sekarang ini dapat menjadi alasan kedua agar anda lebih bisa berfikir lebih maju.

Mengacu poin kedua dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu penelitian. Mahasiswa tidak lagi dituntut menunjukkan sejumlah hafalannya tentang konsep atau juga teori, melainkan konsep atau teori apa yang telah ditemukan dari kegiatan risetnya. Selanjutnya mahasiswa akan dinyatakan lulus setelah menemukan hal baru dari  bidang  yang dipelajari. Belajar di perguruan tinggi sama artinya dengan  proses mendapatkan sesuatu yang baru, dan bukan hanya mengulang-ulang hal lama yang sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi.

Yang terakhir yang di tuntut dalam Tri Dharma Perguruan tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Dalam setiap perubahan yang terjadi ditengah masyarakat, disana selalu hadir sesosok peran intelektual muda mahasiswa. Selain sebagai penyambung lidah rakyat, mahasiswa juga harus mampu membantu memberi solusi akan masalah yang urgen dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan masyrakat sekitarnya. Dengan demikian, mahasiswa akan lebih peka akan keadaan sekitar mereka dan dituntut untuk berfikir secara kritis, sistematis, dan juga objektif. Ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah dapat mereka aplikasikan secara real di lapangan dan inputnya adalah mahasiswa tersebut akan memperoleh sejuta pengalaman .Real action yang mereka lakukan merupakan materi perkuliahan yang sangat berharga. Selama kita mau mengembangkan diri, setiap tempat dan keadaan adalah sebuah proses pembelajaran! Setelah membaca artikel ini Masihkah anda malu menjadi mahasiswa Jabal Ghafur ?

 

Penulis : Firdaus
FKIP/Prodi B.Inggris Universitas Jabal Ghafur

Bagi anda yang mempunyai tulisan, artikel bisa dikirim ke email okifirdaus@unigha.ac.id tulisan anda akan kami seleksi terlebih dahulu sebelum di publikasikan di web ini

Share this :